Plastik Luar Biasa — gaya penyelamatan planet

Plastik Luar Biasa — gaya penyelamatan planet

Sampai tahun 2025 diperkirakan populasi plastik di laut akan lebih banyak dibandingkan dengan ikan1. Di India sendiri, sekitar 25.940 ton sampah plastik dihasilkan setiap harinya2 – hal tersebut mulai dapat dimanfaatkan dengan baik oleh negara adibusana.

Pada Lakme fashion week, sebuah acara fashion di Mumbai yang diadakan 2 kali setahun lalu merupakan salah satu acara yang perlu ditandai dalam kalender fashion India, 25.000 botol plastik 15 botol dikumpulkan dari lokasi acara, diubah menjadi kain dan diproduksi menjadi t-shirts3. Pembuatan satu t-shirt dapat mencegah 15 botol berakhir di tempat pembuangan sampah.

Plastik juga sukses dimanfaatkan oleh Alcis Sports, salah satu merek pakaian performance India dimana mereka membuat Wonder Tee dari botol plastik selama beberapa tahun. Sama halnya dengan The Summer House, salah satu merek fashion Bengaluru, yang mendesain baju renang menggunakan benang nilon daur ulang dari jala ikan yang dibuang.

Saat ini konsumen mulai lebih menyadari akan bagaimana dan dimana pakaian diproduksi, industri fashion saat ini mulai melakukan pengawasan ketat bagaimana suatu produksi memberikan dampak seperti pada planet, mulai dari berapa banyak air yang digunakan untuk memproduksi satu pasang jeans (pernyataan World Wildlife Fund sampai dengan 20.000 liter4), baik material yang dapat didaur ulang maupun ramah lingkungan (biodegradable).

Dan tidak hanya produsen pasar massal yang fokus pada masa depan kemanusiaan. Perancang mewah seperti Rajesh Pratap Singh juga mulai melompat ke dalam isu keberlanjutan kereta musik (bandwagon). Walaupun perjalanan menuju kesana masih panjang, “suara” dalam fashion yang berkelanjutan tidak akan diperhatikan selama merek merasa terbebani untuk memulai sosial dan ramah lingkungan pada saat melakukan produksi.

Sebagai dampak perubahan iklim yang menonjol, investasi yang berkelanjutan akan lebih menjadi sorotan. Eastspring Investments, menjadi salah satu penandatangan Principles for Responsible Investment (PRI) dimana kami memasukkan isu – isu lingkungan, sosial dan tata kelola pemerintahan (ESG) dalam mempertimbangkan keputusan investasi kami. Pelajari lebih lanjut mengenai PRI pada Spring Letter edisi Maret 2018 yang terdapat pada eastspring.co.id.

Sumber:
1 https://www.theguardian.com/business/2016/jan/19/more-plastic-than-fish-in-the-sea-by-2050-warns-ellen-macarthur
2 https://economictimes.indiatimes.com/industry/indl-goods/svs/paper-/-wood-/-glass/-plastic/-marbles/our-plastic-pollution-problem/articleshow/64420276.cms
3 https://www.livemint.com/Leisure/weKo6BvwwZGn0qoMicpX1H/The-future-of-fashion-is-recycled.html
4 https://www.transparency-one.com/how-ethical-denim-supply-chain/